Benteng Alami Menghadapi Nyamuk

Selasa, 22 May 2012

Nyamuk sebagai biang keladi penyakit maut harus diberantas. Agar aman, gunakan cara-cara alami.

Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai meningkat di sejumlah daerah sejak Desember 2009. Hingga Mei ini kasus DBD sudah merebak di Riau, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.

Kasus DBD selama 2009 mencapai 137.600 kasus dengan 1.170 kematian. Angka ini meningkat dari tahun 2008 sebanyak 126.600 kasus dengan 1.084 kematian. Musim hujan dan panas yang silih berganti menyuburkan populasi nyamuk. Tak hanya DBD, ancaman demam cikungunya hingga kaki gajah yang disebarkan lewat gigitan nyamuk juga mesti diwaspadai.

Memang nyamuk paling cespleng dibasmi dengan obat nyamuk. Tapi sayangnya, obat nyamuk menggunakan zat aktif yang beracun dan berbahaya bagi kesehatan. Bila membeli obat nyamuk cair dan mengamati kemasannya, kita biasanya akan menjumpai komposisi beberapa bahan aktif obat nyamuk, seperti Propoxur, Transfluthrin atau Dichlorvos. Ternyata bahan-bahan ini berbahaya, antara lain secara kumulatif dapat menyebabkan kerusakan syaraf dan bersifat karsinogenik (memacu kanker).

Bagaimana dengan obat nyamuk oles? Sama saja. Bahan aktifnya, seperti Diethyltoluamide atau DEET, sangat korosif, bisa melapukkan plastik dan logam. Bayangkan bagaimana bila terkena kulit kita. Apalagi obat nyamuk bakar, yang asapnya saja sudah menyesakkan dada, serta membahayakan saluran pernafasan dan paru-paru.

Di lain pihak nyamuk di rumah sering menjadi masalah pelik. Nyamuk kini sering berkeliaran sepanjang hari, tidak peduli malam, petang, siang atau pagi hari. Nyamuk sebagai biang keladi penyakit maut ini tetap harus diberantas, terutama di rumah kita dan sekelilingnya. Supaya aman, tiada lain kita mesti menggunakan cara-cara alami yang aman untuk membentengi rumah kita dari serangan nyamuk. Penataan rumah dan lingkungan yang baik, bersih dan sehat akan sangat mengurangi serangan nyamuk pada penghuni rumah.

Pertama kali ‘bangunlah’ benteng yang mencegah nyamuk memasuki rumah kita melalui setiap lubang atau celah sekecil apapun. Lubang pintu, jendela, atau lubang angin untuk sirkulasi udara di atas jendela atau pintu wajib ditutup kassa atau kawat nyamuk. Pilih kawat nyamuk berkualitas yang terbuat dari logam, bukan plastik. Lebih baik lagi bila memakai kawat nyamuk bermagnet yang mudah dipasang dan dilepas, sehingga memudahkan kita untuk membersihkannya.

Di pagi hari, janganlah membuka pintu atau jendela sebelum matahari bersinar. Sebaiknya bukalah di atas pukul 5.30. Lalu pada sore hari menjelang malam, selepas pukul 17.00, tutuplah pintu dan jendela. Pada waktu ini nyamuk mulai beraksi memasuki rumah kita.

Setelah itu hindari sedapat mungkin kondisi rumah yang memungkinkan nyamuk betah bersarang, seperti barang-barang yang bertumpuk tak beraturan, terlalu banyak pakaian yang digantung. Nyamuk sangat suka bersembunyi di antara tumpukan barang dan kain yang bergelantungan.

Selanjutnya bersihkan rumah dengan mengenyahkan barang-barang bekas dan tidak terpakai yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, antara lain koran dan majalah bekas, mainan yang tidak terpakai, atau bekas-bekas kemasan barang. Menyumbangkan barang yang tak terpakai kepada orang yang tidak mampu dan lebih memerlukannya, tentu lebih baik bukan? Kemudian segeralah mencuci pakaian atau kain kotor, jangan ditumpuk atau digantung karena akan menjadi sarang nyamuk.

Pasanglah kipas angin atau penyejuk ruangan di ruang keluarga, ruang kerja atau kamar tidur, agar udara bersirkulasi. Udara yang bergerak tidak disukai nyamuk. Bila mampu, pasanglah alat penangkap nyamuk elektrik yang banyak dijual di pasar, dengan harga mulai Rp 75 ribu hingga Rp 500 ribu. Tentu alat ini harus kita pastikan dulu keampuhannya dan sebaiknya ada garansinya.

Menjelang tidur, pasanglah kelambu di sekeliling tempat tidur. Cara tradisional ini sudah terbukti ampuh melindungi kita dari nyamuk. Selain itu sebagai repellent alami, oleskan saja minyak kayu putih, minyak sereh atau minyak telon di kulit tangan, leher atau kaki kita. Mengoleskan remasan bunga lavender pun cukup ampuh melindungi kita.

Terakhir, akan lebih baik lagi agar benteng alami di rumah kita diperkuat dengan tanaman hias anti nyamuk, baik di dalam maupun di luar rumah.

Jenis Tanaman Anti Nyamuk :

Zodia. Tanaman asal Papua ini mudah dijumpai di penjual tanaman hias dan paling favorit sebagai pengusir nyamuk. Berdaun pipih panjang dan hijau kekuningan, serangga tidak menyukai kandungan zat evodiamine dan rutaecarpine di dalamnya. Aroma tajam dan wangi zat tercium saat tertiup angina dan tersebar ke seluruh ruangan.

Bunga Lavender. Bunganya yang ungu sudah populer digunakan untuk lotion anti nyamuk. Aromanya sangat harum. Gosokan saja bunga ini pada kulit kita, nyamuk tak ada yang mau menempel.

Bunga Geranium. Nyamuk juga tidak menyukai kandungan zat geraniol dan sitronelol di dalamnya. Zat ini bersifat antiseptik. Tempatkan tanaman ini di area yang sering terkena tiupan angin, aromanya akan tercium dan mampu mengusir nyamuk. Keharumannya tidak disukai serangga.

Sereh. Tanaman bangsa rumput-rumputan lebih dikenal sebagai tanaman obat dan bumbu dapur. Tapi kandungan zat geraniol dan sitronelalnya tidak disukai nyamuk. Ekstrak minyak serai sering dimanfaatkan untuk pembuatan obat gosok atau lotion anti nyamuk dengan aromanya yang tajam dan khas.

Bunga Rosemary. Seperti Lavender, bunga dan daunnya dapat mengusir nyamuk dengan menggosok-gosokannya ke kulit kita. Daunnya berbentuk jarum dengan bunga ungu kecil. Aroma yang mirip minyak kayu putih, mengacaukan penciuman nyamuk.

Akar Wangi. Tumbuhan tradisional kita yang sering dijadikan pewangi dan bahan baku kerajinan ini ditakuti nyamuk deman berdarah. Aromanya yang menyengat cukup mematikan untuk nyamuk.

Danis Purwono





  • Share on Facebook
  • Send
  • Print