Menata Kamar Remaja

Selasa, 22 May 2012

Sejalan dengan perkembangan waktu, anak kita yang meningkat remaja membutuhkan perubahan di kamarnya.

Salah satu tantangan pada pengelolaan rumah tumbuh adalah ketika tiba saatnya anak kita menjadi remaja. Kita mesti mengubah kamar tidurnya sesuai dengan perkembangan kedewasaannya dan mengakomodasi kebutuhannya yang sudah jauh berubah. Barang-barang masa kecilnya mungkin sudah tak berguna lagi seperti mainan dan pakaian. Remaja makin memerlukan sarana untuk mengekspresikan dirinya, sekaligus menjaga privacy-nya.

Ketika Anda memulai untuk merencanakan kamar tidur remaja, masalah mendasar pada desainnya adalah bagaimana tersebut mampu mengakomodasi naluri alaminya, tetapi juga harus membuatnya semudah mungkin dijaga kebersihan dan kerapihannya. Kamar yang bersih dan tertata akan memudahkan orang tua untuk menanamkan kebiasaan belajar yang positif. Dengan kombinasi perabotan yang tepat, tata letak yang efektif, furniture yang fungsional, banyak ruang penyimpanan dan warna yang hidup, Anda dapat membuat kamar tidur yang baik bagi anak tercinta yang baru gede.

Kita tentu perlu memberinya kebebasan untuk menentukan hiasan dinding atau model furniture. Tapi orang tua harus bersikap tegas ketika memilih furniture dan tempat penyimpanan. Upayakan semua furniture ini merapat ke dinding agar tidak memakan ruang kamar tidur yang umumnya minimal berukuran 10 meter persegi..

Sebuah tempat tidur tunggal atau tempat tidur susun akan memberi banyak ruang tambahan. Gunakan kolong tempat tidur untuk menaruh kasur kedua, atau menempatkan laci-laci penyimpanan. Jangan biarkan kolong tempat tidur kosong, yang hanya dipenuhi debu dan sarang laba-laba, atau tempat menyembunyikan benda terlarang.

Tempatkan meja belajar yang efisien. Meja dengan banyak laci ini sekaligus untuk meletakkan komputer dengan segala aksesorinya. Meja ini juga bisa merangkap lemari atau rak untuk menyimpan buku, majalah, CD dan DVD, atau barang-barang terkait dengan pelajaran sekolah, pengembangan diri dan hobi.

Di samping meja, sediakan pula lemari khusus untuk menyimpan pakaian dan barang-barang pribadi, seperti peralatan olah raga, instrument musik, perlengkapan hobi dan lain-lain. Untuk remaja putri, sediakan meja rias dengan cermin serta tempat menyimpan kosmetik dan berbagai aksesoris. Jangan lupa sediakan keranjang pakaian kotor di sudut ruangan, agar pakaian kotor tersebut tidak menumpuk di sembarang tempat, menjadi sarang nyamuk dan menimbulkan bau tak sedap.

Setelah itu, gelarlah karpet atau kasur tipis dengan bantal di tengah ruangan. Ini bisa menjadi ajang untuk bersantai atau menerima teman atau kerabat. Remaja butuh privacy ketika dikunjungi teman atau kerabat lainnya.

Hadirkan model furniture yang sederhana tanpa banyak detil, tidak makan tempat dan ringan untuk dipindahkan. Upayakan pula tata letak furniture ini agar memudahkan aksesibilitas sang remaja untuk mengambil barang yang dibutuhkannya. Jagalah agar tiap-tiap furniture tidak berubah fungsi atau peruntukkannya. Misalnya buku dan DVD masuk lemari pakaian, baju dan celana teronggok di kolong tempat tidur, atau perlengkapan hobi berserakan di atas meja belajar.

Jangan lupa untuk menghadirkan warna-warna cerah dan muda yang berpadu harmonis di dinding, langit-langit, furniture dan karpet. Cobalah warna jingga, biru langit, hijau lime atau krem. Gunakan wallpaper bila ingin praktis.

Terakhir, cobalah untuk konsisten menjaga kerapihan dan kebersihan. Tentu campur tangan orang tua sangat penting. Jangan segan untuk bertindak tegas. Bukankah pengadaaan kamar dan seisinya masaih tergantung pada orang tuanya. Namun privacy remaja tetap harus dijaga.

Danis Purwono





  • Share on Facebook
  • Send
  • Print